Sunday, September 28, 2008

Akhir Ramadhan dan Menyambut Syawal

Hari ini adalah hari Sabtu, Ramadhan ke 27 dan malamnya adalah malam 28 Ramadhan 1429H. Cepatnya masa berlalu.. Bulan Ramadhan yang kita tunggu sebelum ini sudah akan menjatuhkan tirainya beberapa hari lagi.

Semalam, saya ke rumah sahabat saya. Katanya ramai yang mengatakan Lailatul Qadr pada hari 21 malam 22 yang lepas, iaitu Ahad malam Isnin. Malam tersebut saya solat di KUIS. Dan ada yang mengatakan 22 malam 23, malam tersebut saya solat sendirian terawih di rumah, kerana Aisyah tak sihat dan tidak boleh dibawa ke masjid. Ada yang mengatakan 24 malam 25, dan ada yang mengatakan hari 26 malam 27. Malam tersebut saya solat di Masjid SPAM dekat rumah.

Walau apapun saya sangat berharap agar saya termasuk dalam orang yang Allah kasihani dan memberi peluang untuk saya mendapat keberkatan bulan ini. Monolog saya sendirian, apakah saya telah berjaya mengisi hari-hari dan malamnya dengan sebaiknya? Itulah soalan yang selalu bermain dalam kepala saya..

Sebenarnya setiap kali datangnya bulan Ramadhan, jauh dalam hati saya, saya rasa takut.. Dalam hadith Nabi dan ceramah-ceramah tazkirah Ramadhan, disebut orang beriman menunggu-nunggu dengan penuh gembira kedatangan Ramadhan..Bulan penuh barakah dan digandakan doa.. Saya juga menunggu-nunggu tapi dalam hati rasa takut sebab hadith lain yang mengatakan,'celakalah bagi orang yang Ramadhan datang, dia tidak berbuat apa-apa dan tidak mendapat keampuan..'

Saya selalu berdoa agar Allah memberikan saya rezeki untuk berada dalam golongan yang Dia kasihi, kasihani dan orang-orang yang Dia beri rezeki dapat berjumpa dengan Lailatul Qadr, orang-orang yang Dia beri rezeki dapat mengisi bulan besar ini dengan baik dan dapat keampunan di sepanjang bulan yang barakah ini. Semoga saya dimasukkan dalam golongan yang tersebut...

Saya selalu berdoa , setiap kali dalam sujud saya supaya Allah tidak masukkan saya ke dalam kumpulan orang-orang yang Dia biarkan melalui bulan besar ini dengan sia-sia. Janganlah saya termasuk dalam kumpulan orang yang celaka, yang tidak mendapat keampunan dalam meniti keberkatan Ramadhan. Saya selalu berdoa agar saya tidak termasuk dalam golongan tersebut...

Doa saya ini saya selalu panjangkan untuk suami saya yang saya sayangi, untuk ibu bapa saya dan ibu bapa suami saya, untuk nenek datuk, datuk saudara, mak saudara, moyang saya yang telah meninggal, untuk anak saya, untuk adik beradik saya dan keluarga mereka, adik beradik suami saya dan keluarga mereka, untuk guru-guru saya dan juga untuk orang-orang yang saya sayangi dan orang-orang yang menyayangi saya..

Doa saya; 'Wahai Allah.. berikanlah kepada kami cahaya dalam meniti kehidupan ini. Pimpinlah tangan-tangan kami untuk terus teguh di atas landasan iman dan Islam. Janganlah biarkan kami menentukan hidup kami sendirian tanpa pimpinan-Mu. Bantulah kami untuk menjadi hamba yang baik, berilah kami bahagia dalam kehidupan di dunia ini dan berilah kami bahagia juga dalam kehidupan selepas kami mati.. Kasihanilah dan sayangilah ibu bapa kami sepertimana mereka menyayangi kami.. Dan berilah kami berjaya menjadi hambaMu yang baik, yang memberi tanpa berkira untuk keagungan agama-Mu.. Amin ya Rabbal A'alamin..'