Tuesday, August 17, 2010

Tazkirah

Tazkirah pada diri dan mereka..

Hari ini kami sekeluarga solat Terawih di masjid Fatih Coburg. Bacaan Imamnya membawa saya seolah-olah berada di Mekah. Alunannya yang merdu, tartil, menyebabkan air mata saya turun semasa solat, terutama ketika bacaan ayat yang dibaca sempat saya tangkap isi dan maknanya.. Subhanallah..
Saya rasa nak ke sana lagi malam-malam selepasnya.. insya Allah..

Saya terima email ini semalam. Sebelumnya saya dah terima dan dah masukkann dalam blog ini beberapa lama dahulu. Tapi kali ini saya letakkan kembali, sebagai tazkirah sempena Ramadhan mulia untuk diri dan semua yang sudi membacanya..
______________

NEED TO REMEMBER THIS MORE OFTEN.

When things in your life seem almost too much to handle, when 24 hours in a day are not enough, remember the mayonnaise jar..and the 2 cups of coffee...

A professor stood before his philosophy class and had some items in front of him. When the class began, wordlessly, he picked up a very large and empty mayonnaise jar and proceeded to fill it with golf balls. He then asked the students if the jar was full. They agreed that it was.

The professor then picked up a box of pebbles and poured them into the jar. He shook the jar lightly. The pebbles rolled into the open areas between the golf balls. He then asked the students again if the jar was full. They agreed it was.

The professor next picked up a box of sand and poured it into the jar. Of course, the sand filled up everything else. He asked once more if the jar was full. The students responded with a unanimous "yes."

The professor then produced two cups of coffee from under the table and poured the entire contents into the jar, effectively filling the empty space between the sand. The students laughed.

"Now," said the professor, as the laughter subsided, "I want you to recognize that this jar represents your life. The golf balls are the important things-your God, family, your children, your health, your friends, and your favorite passions -- things that if everything else was lost and only they remained, your life would still be full.

The pebbles are the other things that matter like your job, your house, and your car. The sand is everything else -- the small stuff.

"If you put the sand into the jar first," he continued, "there is no room for the pebbles or the golf balls. The same goes for life. If you spend all your time and energy on the small stuff, you will never have room for the things that are important to you. Pay attention to the things that are critical to your happiness. Play with your children. Take time to get medical checkups. Take your spouse out to dinner. There will always be time to clean the house and fix the disposal."

Take care of the golf balls first -- the things that really matter. Set your priorities. The rest is just sand."

One of the students raised her hand and inquired what the coffee represented. The professor smiled. "I'm glad you asked. It just goes to show you that no matter how full your life may seem, there's always room for a couple of cups of coffee with a friend."

________

Saya pernah tanya students saya dulu, saya kata,

'Nabi pesan, carilah isteri/pasangan yang bergama, nescaya kamu akan selamat.' Apa agaknya maksud beragama kat sini yang awak semua agak?' Students yang rajin menjawab menyuarakan apa yang mereka faham. 'maknanya kita tak boleh kawin dengan orang bukan islam, kita hanya dibenarkan kawin dengan orang agama islam saja.'

Sebenarnya bukan itu jawapannya..
Seorang lelaki dan perempuan beragama dalam hadis ni merujuk kepada seorang Muslim yang baik. Bukan setakat beragama Islam tapi menjalani hidup sebagai orang beragama. Ramai yang beragama Islam minum arak. Orang Islam yang berzina, buang anak, buat maksiat pegang tangan, cium, peluk sedangkan belum kawin, hampir sebahagiann perempuan terlibat pakai tudung, lelakinya sembahyang. Ada suami pukul isteri, ada wanita tak tutup aurat. Ada tak sembahyang. Dan mereka semua adalah beragama Islam.

Saya pernah ke masjid dan lihat ada dua orang perempuan dalam umur 20an solat maghrib di masjid. Imam sedang duduk tahiyyat awal. Dua orang budak tadi terus sembahyang, berdiri, rukuk, sujud cepat-cepat dua rakaat dan terus duduk tahyat bersama imam. Bila imam bagi salam mereka pun bagi salam. Bila saya tanya kenapa buat macam tu, makmum masbu' bukan macam tu cara masuk dalam jemaah. Mereka kat mereka tak tahu, dan kata itu yang dia orang buat selama ni, takda sapa tegur pun.. Mereka cuba beramal tapi dalam keadaan salah dan sudah tentu ianya tertolak.

Tazkirah di atas mengatakan bola golf yang penting adalah peruntukkan masa untuk Tuhan dan lain-lain. Meletakkan prioriti dalam hidup kita untuk Allah memberi maksud yang besar. Memperuntukkan sebahagian masa untuk Tuhan adalah berusaha memahami agamanya, memberi masa beribadah untukNya, cuba belajar dari mereka yang tahu tentang isi kandungan QuranNya, memahami apa yang Allah suka dan Allah tak suka, takut pada azab yang Allah siapkan untuk orang yang melakukan maksiat. Hidup sebagai seorang yang beragama.

Dalam hidup kita sekarang, kita kekurangan orang beragama. Kita perlu sama-sama meletakkan azam untuk menjadi seorang pengusaha. Seorang pengusaha yang berusaha menjadi baik, berusaha untuk takut pada azabNya, berusaha untuk menjadi hambaNya yang baik. semoga Allah mempermudahkan laluan kita mengharungi hidup sebagai hamba yang baik.. amin..

Justeru, sebagai mukmin yang ingin menjadi soleh, - keutamaan dalam hidup kita adalah: Mencari redha Allah dalam apa jua perkara dan memberi khidmat kepada agama dan masyarakat sebagai KhalifahNya yang baik. Hidup indah pada memberi dan menerima. Kita bukan hidup untuk kita sendiri tetapi untuk Allah, agamanya dan alamnya..