Ahad, 20 Julai 2014
Mengingati Hari Akhirat
Semoga Allah memberi kita petunjuk untuk menjadi hambaNya yang baik..
hari demi hari..
Menonton gambar-gambar dalam youtube baccan Sheikh ini, menyebabkan rasa takut di hati saya...Subhanllah.. jagalah kami semua dunia dan akhirat..
Membaca dan menonton pemergiaan Allahyarham Syarifah Aini juga membuat saya merenungi diri sendiri...
Semoga saya nanti dipanggil dalam keadaan husnul khatimah...ameen
Wahai Allah,, ketika begitu ramai orang berlari-lari mengetuk pintu rahmatMu
Janganlah Engkau tinggalkan namaku ya Allah..
Masukkanlah nama saya di antara nama-nama orang yang Engkau beri petunjuk...
ameen..
Jumaat, 16 Mei 2014
Positif...
Menjadi manusia positif
Dalam menjalankan tugasan sebagai hamba ALlah di alam maya, kita perlukan ilmu. Salah satunya adalah ilmu mengawal diri menjadi manusia lebih berkualiti. Ilmu wahyu menjadikan jiwa kita terdidik dan menjadikan kita baik. Ilmu akal menjadikan kita berilmu untuk mentadbir alam ini..
Kita masih perlukan banyak ilmu lagi untuk menjadi hambaNya yang berkualiti....
Contohnya...ilmu motivasi..
Dalam menjalankan tugasan sebagai hamba ALlah di alam maya, kita perlukan ilmu. Salah satunya adalah ilmu mengawal diri menjadi manusia lebih berkualiti. Ilmu wahyu menjadikan jiwa kita terdidik dan menjadikan kita baik. Ilmu akal menjadikan kita berilmu untuk mentadbir alam ini..
Kita masih perlukan banyak ilmu lagi untuk menjadi hambaNya yang berkualiti....
Contohnya...ilmu motivasi..
Selasa, 13 Mei 2014
Rabu, 7 Mei 2014
Hidup kita biarlah banyak memberi
matlamat hidup kita adalah mencari redha Allah..
objektif hidup kita adalah untuk dapat meninggalkan dunia ini secara baik-- husnul khatimah
prinsip hidup kita adalah untuk berbuat baik dan memberi manfaat..
Hidup indah bila sering memberi...
Rabu, 30 April 2014
Perjalanan Musafir ke Indonesia
Jakarta..
Saya ke Jakarta bulan Feb lepas..Menghadiri seminar Waqf DOmpet Dhuafa' dan juga Waqaf Tanah dan lain-lain..kemudian menghadiri Pesta Buku Indonesia 23 Feb 2014
Kesimpulan saya..
1-Saya takjub dengan Indonesia yang membangun
2-Saya takjub dengan ramainya bilangan penduduk mereka dan macetnya jalan raya mereka
3-Saya takjub melihat kesungguhan mereka berjuang membangunkan rakyat melalui DOmpet Dhuafa' dan lain-lain. Saya sungguh hormat semua usaha mereka.
4-Saya takjub melihat usaha mereka membina semangat dan cinta penulisan dan buku melalui program "Kecil-kecil Punya karya'. Budak 8-15 tahun sudah menulis buku...
5-Saya juga takjub dengan mata wang mereka..
6-Saya bersyukur dizinkan Allah ke sana.. melihat dengan mata sendiri, melalui apa yang ada di sana dan melihat kesungguhan mereka berjuang untuk hidup dan membantu anak2 fakir.. Semoga ALlah membalas jasa mereka.
Dan saya juga berkesempatan membeli belah di Tanah Abang dan makan di restoran Cost di Jakarta.. Sungguh sedap dan sangat murah jika dibandingkan dengan harga makan di Malaysia..
Saya ke Jakarta bulan Feb lepas..Menghadiri seminar Waqf DOmpet Dhuafa' dan juga Waqaf Tanah dan lain-lain..kemudian menghadiri Pesta Buku Indonesia 23 Feb 2014
Kesimpulan saya..
1-Saya takjub dengan Indonesia yang membangun
2-Saya takjub dengan ramainya bilangan penduduk mereka dan macetnya jalan raya mereka
3-Saya takjub melihat kesungguhan mereka berjuang membangunkan rakyat melalui DOmpet Dhuafa' dan lain-lain. Saya sungguh hormat semua usaha mereka.
4-Saya takjub melihat usaha mereka membina semangat dan cinta penulisan dan buku melalui program "Kecil-kecil Punya karya'. Budak 8-15 tahun sudah menulis buku...
5-Saya juga takjub dengan mata wang mereka..
6-Saya bersyukur dizinkan Allah ke sana.. melihat dengan mata sendiri, melalui apa yang ada di sana dan melihat kesungguhan mereka berjuang untuk hidup dan membantu anak2 fakir.. Semoga ALlah membalas jasa mereka.
Dan saya juga berkesempatan membeli belah di Tanah Abang dan makan di restoran Cost di Jakarta.. Sungguh sedap dan sangat murah jika dibandingkan dengan harga makan di Malaysia..
Ahad, 27 April 2014
Belajar Bahasa Inggeris
Fasih bahasa Inggeris
Saya punya bahasa Inggeris masih belum mencapai tahap yang saya inginkan.. hehe.. Tapi bolehlah..:-)
Samasa saya bersembang dengan Aisyah mengenai al-Quran dan tugasan menjadi pendakwah, saya sebut mengenai bahasa inggeris dan dia sangat teruja. Saya katakan,
"Aisyah nanti jadi hafizah ya. Umi always doakan my daughter akan jadi seorang yang hafal Quran. But not only hafaz, tapi juga beramal dengan isi al-Quran ya. "
Saya tambah lagi, "Aisyah dapat slang OZ, make sure you hold with it forever.. And nanti Aisyah becomes pendakwah like Imam Suhaib Webb.. teach people about Islam in english..Umi sangat proud dengan anak Umi ni..:
Dan dia bercerita satu demi satu dengan saya..tentang hasrat, cita-cita, dan cabaran menjadi remaja yang solehah sekarang ini. Kadang-kadang dia suka berstory, tapi kadang2 tak suka... anak remaja yang perlu didekati dengan cara yang tepat.
To Aisyah my darling, Umi doakan Aisyah selalu berjaya..dunia dan akhirat.. ameen.
--------------------
Di bawah adalah cara-cara untuk menjadi terer bahasa inggeris..
9. Learn about sentence stress. Sentence stress
refers to the word or words we stress in a phrase of a sentence. When we
stress a word, we help the listener understand what is important. If we
stress the wrong word or don’t stress the key word, the listener may
get confused or not realise what is important in the sentence. A few
years ago, I enrolled in a gym. I was asked to attend an introductory
class at ‘five to six‘. The Hungarian receptionist stressed the word ‘six‘
so I arrived at 5.55. She looked at me and told me that I was late and
the class had nearly finished. She should have stressed ‘five‘ and ‘six‘ so would have understood that the class lasted for one hour and began at 5pm! For more on sentence stress, read here.
Saya punya bahasa Inggeris masih belum mencapai tahap yang saya inginkan.. hehe.. Tapi bolehlah..:-)
Samasa saya bersembang dengan Aisyah mengenai al-Quran dan tugasan menjadi pendakwah, saya sebut mengenai bahasa inggeris dan dia sangat teruja. Saya katakan,
"Aisyah nanti jadi hafizah ya. Umi always doakan my daughter akan jadi seorang yang hafal Quran. But not only hafaz, tapi juga beramal dengan isi al-Quran ya. "
Saya tambah lagi, "Aisyah dapat slang OZ, make sure you hold with it forever.. And nanti Aisyah becomes pendakwah like Imam Suhaib Webb.. teach people about Islam in english..Umi sangat proud dengan anak Umi ni..:
Dan dia bercerita satu demi satu dengan saya..tentang hasrat, cita-cita, dan cabaran menjadi remaja yang solehah sekarang ini. Kadang-kadang dia suka berstory, tapi kadang2 tak suka... anak remaja yang perlu didekati dengan cara yang tepat.
To Aisyah my darling, Umi doakan Aisyah selalu berjaya..dunia dan akhirat.. ameen.
--------------------
Di bawah adalah cara-cara untuk menjadi terer bahasa inggeris..
33 ways to speak better English – without taking classes
Posted by dilano in English learning blog
If you’re reading this, I imagine you want to communicate with confidence and competence in English.
When we communicate effectively we are able to express our ideas and opinions, share experiences, and build relationships with others. When we struggle to express ourselves, we feel unvalued and insecure. As human beings, we want to participate in group discussions and have an impact on the society around us.
In the modern world, we communicate across borders. English is the closest thing we have to an international language.
By speaking better English, people all over the world can hear our voice. But, to speak better English, you need a teacher, don’t you? You need to take English classes, right?
Well, English teachers and English classes definitely help. But, studying English for a few hours a week may not improve your spoken English very much.
What you need is to become a self-directed learner, somebody who takes responsibility for their own learning and creates their own learning programme to develop their English.
Now, it’s certainly true that speaking is a social activity and is best done with other people. However, you could say the same about many activities. Leo Messi became a wonderful football player because he spent hours every day for many years practising by himself.
You can do the same with your English. Here are 33 ways to speak better English, without going to classes.
1. Record yourself speaking English. Listening to yourself can be strange at first but you get used to it. Listen to a recording of a fluent English speaker (a short audio file) and then record yourself repeating what they said. Compare the difference and try again. Humans are natural mimics so you will find yourself getting better and better. Soundcloud is an excellent tool for voice recording as you or your teacher can make notes about your errors.
2. Read aloud, especially dialogue. Reading aloud is not the same as speaking naturally. However, it is very useful for exercising the vocal muscles. Practise for 5 or 10 minutes a day and you will begin to notice which sounds are difficult for you to produce. Find transcripts of natural dialogues, such as these here, and practise acting them with a friend, you will also learn common phrases which we use when speaking.
3. Sing along to English songs while you’re driving or in the shower. The lyrics to pop songs are often conversational so you can learn lots of common expressions by listening to them. Humans are also able to remember words when used together with music which is why it is difficult to remember poems but easy to remember the words to songs. Here are some songs to get started with.
4. Watch short video clips and pause and repeat what you hear. YouTube is an amazing resource for language learners and you probably already have your favourite clips. My advice is to watch short clips and really study them. With longer videos, you may find your attention wanders. The key to improving by watching videos is to really listen carefully and use the pause button to focus on sounds and words. Many YouTube videos now have captions.
5. Learn vowel and consonant sounds in English. The Phonemic chart is a list of the different vowel and consonant sounds in English. Learning how to make these sounds and then using them to pronounce words correctly will really help you speak English clearly. This is a great resource from the British Council.
6. Learn and identify schwa. What is schwa you might be asking? Well, it’s the most common sound in English: Click here. We use it all the time in words like ‘teacher’ and ‘around’.
7. Learn about weak and strong forms of common words. When you know about the ‘schwa’ sound, you will listen to native speakers in a different way. English is a stress-timed language which means that we use a combination of strong and weak forms of some words. For example, which words do we stress in the following sentence?
I want to go for a drink tonight.
How do native speakers pronounce to / for / a in the sentence? We use the schwa sound so it sounds like:
I wanna go ferra drink tenigh.
Learn how and when to use weak forms and your speaking will improve overnight. You will also learn to focus on stressed words when listening to fast, native-speaker English and you will finally be able to understand us!
8. Learn about word stress. When words have more than one syllable, we stress one or more of them. For example, the word intelligent has four syllables but which syllable do we stress? Click here to find out. Remember that the small vertical mark above the word identifies the stressed syllable: /ɪnˈtel.ɪ.dʒənt/
9. Learn about sentence stress. Sentence stress
refers to the word or words we stress in a phrase of a sentence. When we
stress a word, we help the listener understand what is important. If we
stress the wrong word or don’t stress the key word, the listener may
get confused or not realise what is important in the sentence. A few
years ago, I enrolled in a gym. I was asked to attend an introductory
class at ‘five to six‘. The Hungarian receptionist stressed the word ‘six‘
so I arrived at 5.55. She looked at me and told me that I was late and
the class had nearly finished. She should have stressed ‘five‘ and ‘six‘ so would have understood that the class lasted for one hour and began at 5pm! For more on sentence stress, read here.
10. Identify fixed and semi-fixed phrases and practise them. Fixed phrases usually contain between 3 and 7 words and include items like:
to be honest
in a moment
on the other hand
A conversation is made of grammatical structures, vocabulary and fixed or semi-fixed phrases. In fact, to tell the truth , on the whole, most of the time, my friends and I , communicate with each other in a series of fixed and semi-fixed expressions.
Learn the communicative function of these phrases and practise how to pronounce them (remember weak forms, which words are stressed) and use them in your everyday conversation. Click here for a list of 1000 common phrases.
11. Learn about collocations. Words don’t like being alone. They prefer to hang out with their friends and, just like people, some words form close friendships and other never speak to each other.
Yellow doesn’t get on well with hair. Maybe yellow is jealous of blond because blond and hair are frequently seen out together having a great time. Yellow doesn’t understand why hair prefers blond because yellow and blond are so similar.
Listen carefully for common combinations of words. Short and small have similar meanings but people have short hair not small hair. High and tall are often not so different but people have high hopes but not tall hopes. Foxes are sly not devious. Hours can be happy but are never cheerful. Idiots are stupid but rarely silly.
12. Replace regular verbs with phrasal verbs. Many learners of English don’t understand why native speakers us so many phrasal verbs where there are normal verbs (usually with Latin roots) which have the same meaning. English was originally a Germanic language which imported lots of Latin vocabulary after the Norman conquest in the 11th century. Regardless of the historical factors, the fact is that native English speakers use lots and lots of phrasal verbs. If you want to understand us, then try to include them in your conversation. If you make a mistake, you’ll probably make us laugh but you are unlikely to confuse us as we can usually guess what you want to say from the context. Phrasal verbs are spatial and originally referred to movement so when you learn a new one, make physical movements while saying them to help you remember.
13. Learn short automatic responses. Many of our responses are automatic (Right, OK, no problem, alright, fine thanks, just a minute, you’re welcome, fine by me, let’s do it!, yup, no way! you’re joking, right?, Do I have to? etc.) Collect these short automatic responses and start using them.
14. Practise telling stories and using narrative tenses. Humans are designed to tell stories. We use the past simple, past continuous and past perfect for telling stories but when the listener is hooked (very interested), they feel like they are actually experiencing the story right now. So, we often use present tenses to make our stories more dramatic!
15. Learn when to pause for effect. Speaking quickly in English does not make you an effective English speaker. Knowing when to pause to give the listener time to think about what you have said, respond appropriately, and predict what you are going to say does. Imagine you an actor on a stage, pausing keeps people interested. Great strategy if you need to speak English in public.
16. Learn about chunking. Chunking means joining words together to make meaningful units. You don’t need to analyse every word to use a phrase. Look at the phrase: Nice to meet you. It is an example of ellipsis because the word ‘It’ is missing at the beginning of the phrase. However, we don’t need to include it. Learn more here.
17. Learn about typical pronunciation problems in your first language. Japanese learners find it difficult to identify and produce ‘r‘ and ‘l‘ sounds; Spanish don’t distinguish between ‘b‘ and ‘v‘; Germans often use a ‘v‘ sound when they should use a ‘w‘. Find out about the problems people who speak your first language have when speaking English and you will know what you need to focus on.
18. Choose an accent you like and imitate it. We often have an emotional connection with certain nationalities. Do you have more of an interest in British culture or American culture? Do you support Manchester United or Arsenal? Deciding what variety of English you want to learn is your first step.
19. Find an actor/actress you like and identify what makes them powerful speakers. Do you want to sound like Barack Obama, Benedict Cumberbatch (Sherlock Homes) Beyonce or Steve Jobs? If you want to sound like David Beckham, I advise you to reconsider, unless you want to sound like a young girl!
20. Use a mirror and / or a sheet of paper for identifying aspirated and non-aspirated sounds. Aspirated sounds are those with a short burst of here, such as ‘p‘ in ‘pen, and unaspirated sounds have no or little air, such as the ‘b‘ in ‘Ben‘. Watch this video to learn more.
21. Practise tongue twisters. Tongue twisters are phrases designed to improve your pronunciation of particular sounds. Here is a list for kids but it’s great fun. Have a go now.Try saying this phrase quickly:
What a terrible tongue twister. What a terrible tongue twister. What a terrible tongue twister.
22. Practise spelling names, numbers and dates aloud. This may seem very basic to some of you but if you don’t practise, you forget how to say them.Have a go here at numbers here and at place names here.
23. Learn about common intonation patterns. Intonation (when the pitch of the voice goes up and down) is complex in English but it is very important as it expresses the feeling or emotion of the speaker. Here is an amusing introduction to intonation.
24. Learn about places of articulation. The articulators are the parts of the mouth we use to turn sound into speech. They can be fixed parts (the teeth, behind the teeth and the roof of the mouth) and mobile parts (the tongue, the lips, the soft palate, and the jaw). Click here for more information.
25. After looking at places of articulation, practise making the movements that native speakers use when they speak. Here’s a video and remember to open the jaws, move the lips and get your tongue moving!
26. Learn why English is a stress-timed language. The rhythm of the language is based on stressed syllables so we shorten the unstressed syllables to fit the rhythm. Syllable-timed languages (such as Spanish) take the same time to pronounce each syllable. Here’s an explanation which might explain why you speak English like a robot or watch this funny clip here.
27. Learn how to interrupt and interject politely and successfully. Click here for a list of interrupting phrases.
28. Learn about ellipsis, assimilation and linking sounds.
29. Speak lower not higher. Studies show that you command attention and demonstrate authority with a deeper vocal tone, especially men. This is particularly important if you have to speak in public. Here is a quick guide.
30. Listen and read along to poetry (or rap songs) to practise the rhythm of English. Limericks (short, funny, rhyming poems) are really useful and demonstrate how English is stress-timed and how we use weak forms.
31. Learn exclamation words and fillers. Watch this video or study this list of 100 common exclamations here.
32. Learn how to paraphrase. Paraphrasing is when we repeat what we have just said to make it clear to the listener or when we repeat what the other person has said by using different words. Here are a few to get started.
33. Use contractions more. Contractions make your speech more efficient because they save time and energy. Say ‘should not’ and then say ‘shouldn’t’: which is easier to say?
Jumaat, 25 April 2014
Perkahwinan
Bila kita berkahwin, kita sebenarnya buat rumah...
Buatlah betul-betul...
Jika senget sana sini, kita perlu betulkan, bukan robohkan...
Baiki lagi dan lagi dan lagi....
Tapi bila senget dah keterlaluan, maka mungkin robohkan dia menjadi pilihan yang baik.

Maka berkahwinlah dengan ilmu di dada..
Carilah ilmu supaya apabila kita masuk dalam kotak perkahwinan, atau apabila kita membina rumah, kita bersedia dengan persediaan yang cukup. Bila tidak cukup, cari lagi dan lagi...
Erti perkahwinan..
Perkahwinan..
Artikel ini disiarkan dalam Berita Harian Khamis 24 April 2014 semalam. Saya kena siapkan dua hari sebelum diterbitkan. Jadi setiap petang Selasa saya akan berusaha menyiapkan dan mengirimkan kepada Editornya, Puan Liza.
Pn Liza ni seorang Editor yang bagus. Ada banyak juga dia edit kerja saya ni..:-)
Semoga kita bersyukur dengan rezeki kita dapat berkahwin, ada pasangan dan keluarga.. Semoga kita dapat berusaha menjaga kebahagiaan yang ada dan selalu meminta keberkatan Allah ke atas seluruh ahli keluarga kita.. ameen..
Artikel ini disiarkan dalam Berita Harian Khamis 24 April 2014 semalam. Saya kena siapkan dua hari sebelum diterbitkan. Jadi setiap petang Selasa saya akan berusaha menyiapkan dan mengirimkan kepada Editornya, Puan Liza.
Pn Liza ni seorang Editor yang bagus. Ada banyak juga dia edit kerja saya ni..:-)
Semoga kita bersyukur dengan rezeki kita dapat berkahwin, ada pasangan dan keluarga.. Semoga kita dapat berusaha menjaga kebahagiaan yang ada dan selalu meminta keberkatan Allah ke atas seluruh ahli keluarga kita.. ameen..
Rabu, 23 April 2014
Motivation
Menjadi orang yang hebat..
Saya ada membeli koleksi syarahan Prof Muhaya yang telah didownload oleh seseorang.. Dalamnya terdapat semua ceramah beliau yang disiarkan di radio ikim semenjak tahun 2010. Daripada USB saya transfer ke CD dan menjadikan bahan pelajaran saya sepanjang saya berada dalam kereta.
Saya belajar banyak dari perbahasan beliau dan saya secara peribadi kagum sungguh saya dengan dia.
semoga saya juga berjaya mencontohi beliau dan orang-orang lain yang berjaya .. ameen..
Yang ini pula adalah daripada internet.
http://www.lifehack.org/articles/communication/15-things-highly-confident-people-dont.html
Highly confident people believe in their ability to achieve. If you don’t believe in yourself, why should anyone else put their faith in you? To walk with swagger and improve your self-confidence, watch out for these fifteen things highly confident people don’t do.
Saya ada membeli koleksi syarahan Prof Muhaya yang telah didownload oleh seseorang.. Dalamnya terdapat semua ceramah beliau yang disiarkan di radio ikim semenjak tahun 2010. Daripada USB saya transfer ke CD dan menjadikan bahan pelajaran saya sepanjang saya berada dalam kereta.
Saya belajar banyak dari perbahasan beliau dan saya secara peribadi kagum sungguh saya dengan dia.
semoga saya juga berjaya mencontohi beliau dan orang-orang lain yang berjaya .. ameen..
Yang ini pula adalah daripada internet.
http://www.lifehack.org/articles/communication/15-things-highly-confident-people-dont.html
Highly confident people believe in their ability to achieve. If you don’t believe in yourself, why should anyone else put their faith in you? To walk with swagger and improve your self-confidence, watch out for these fifteen things highly confident people don’t do.
1. They don’t make excuses.
Highly confident people take ownership of their thoughts and actions. They don’t blame the traffic for being tardy at work; they were late. They don’t excuse their short-comings with excuses like “I don’t have the time” or “I’m just not good enough”; they make the time and they keep on improving until they are good enough.2. They don’t avoid doing the scary thing.
Highly confident people don’t let fear dominate their lives. They know that the things they are afraid of doing are often the very same things that they need to do in order to evolve into the person they are meant to be.3. They don’t live in a bubble of comfort.
Highly confident people avoid the comfort zone, because they know this is a place where dreams die. They actively pursue a feeling of discomfort, because they know stretching themselves is mandatory for their success.4. They don’t put things off until next week.
Highly confident people know that a good plan executed today is better than a great plan executed someday. They don’t wait for the “right time” or the “right circumstances”, because they know these reactions are based on a fear of change. They take action here, now, today – because that’s where progress happens.5. They don’t obsess over the opinions of others.
Highly confident people don’t get caught up in negative feedback. While they do care about the well-being of others and aim to make a positive impact in the world, they don’t get caught up in negative opinions that they can’t do anything about. They know that their true friends will accept them as they are, and they don’t concern themselves with the rest.6. They don’t judge people.
Highly confident people have no tolerance for unnecessary, self-inflicted drama. They don’t feel the need to insult friends behind their backs, participate in gossip about fellow co-workers or lash out at folks with different opinions. They are so comfortable in who they are that they feel no need to look down on other people.7. They don’t let lack of resources stop them.
Highly confident people can make use of whatever resources they have, no matter how big or small. They know that all things are possible with creativity and a refusal to quit. They don’t agonize over setbacks, but rather focus on finding a solution.8. They don’t make comparisons.
Highly confident people know that they are not competing with any other person. They compete with no other individual except the person they were yesterday. They know that every person is living a story so unique that drawing comparisons would be an absurd and simplistic exercise in futility.9. They don’t find joy in people-pleasing.
Highly confident people have no interest in pleasing every person they meet. They are aware that not all people get along, and that’s just how life works. They focus on the quality of their relationships, instead of the quantity of them.10. They don’t need constant reassurance.
Highly confident people aren’t in need of hand-holding. They know that life isn’t fair and things won’t always go their way. While they can’t control every event in their life, they focus on their power to react in a positive way that moves them forward.11. They don’t avoid life’s inconvenient truths.
Highly confident people confront life’s issues at the root before the disease can spread any farther. They know that problems left unaddressed have a way of multiplying as the days, weeks and months go by. They would rather have an uncomfortable conversation with their partner today than sweep an inconvenient truth under the rug, putting trust at risk.12. They don’t quit because of minor set-backs.
Highly confident people get back up every time they fall down. They know that failure is an unavoidable part of the growth process. They are like a detective, searching for clues that reveal why this approach didn’t work. After modifying their plan, they try again (but better this time).13. They don’t require anyone’s permission to act.
Highly confident people take action without hesitation. Every day, they remind themselves, “If not me, who?”14. They don’t limit themselves to a small toolbox.
Highly confident people don’t limit themselves to Plan A. They make use of any and all weapons that are at their disposal, relentlessly testing the effectiveness of every approach, until they identify the strategies that offer the most results for the least cost in time and effort.15. They don’t blindly accept what they read on the Internet as “truth” without thinking about it.
Highly confident people don’t accept articles on the Internet as truth just because some author “said so”. They look at every how-to article from the lens of their unique perspective. They maintain a healthy skepticism, making use of any material that is relevant to their lives, and forgetting about the rest. While articles like this are a fun and interesting thought-exercise, highly confident people know that they are the only person with the power to decide what “confidence” means.Khamis, 10 April 2014
Kenangan..
Kenangan silam.. di Uni Melbourne
Tadi, tetiba saya teringatkan Melbourne dan kenangan saya di sana..
Saya mengambil keputusan menulis sesuatu dalam facebook Doctorate Group..
Inilah tulisan saya...
" Salam, saya sekadar ingin memberi sedikit kata-kata perangsang kepada rakan2 yang sedang menyiapkan PhD..(walaupun tak kenal saya..:-)
Tadi, tetiba saya teringatkan Melbourne dan kenangan saya di sana..
Saya mengambil keputusan menulis sesuatu dalam facebook Doctorate Group..
Inilah tulisan saya...
" Salam, saya sekadar ingin memberi sedikit kata-kata perangsang kepada rakan2 yang sedang menyiapkan PhD..(walaupun tak kenal saya..:-)
Semasa saya sedang berusaha sehabis daya pada akhir tahun 2012 yang
lepas (jadual balik ke Malaysia pada 1/12/12). Dua tiga bulan sebelum
tarikh akhir untuk submit, saya tidur hanya 3-4 jam sehari. Ketika itu
saya di Melbourne Uni dan perlu berjumpa Supervisor kadang-kadang dua
atau tiga kali dalam seminggu. Kelam kabut hanya ALlah yang tahu. Dan
saya rasa terlalu banyak untuk dibuat sebelum tesis berjaya menjadi
sebuah tesis.
Supervisor saya yang baik, namanya Prof Tim Lindsey, setiap kali berjumpa selalu mulakan dengan tanya khabar cara ceria...
Dalam catatan saya...saya ada tulis sebegini...(yang harapnya memberi sedikit motivasi untuk rakan2 semua....)
Saya panggil dia Pak Tim, kerana dia pandai cakap Indonesia.
Pak Tim tanya saya semalam,"Hidayah, tell me about your health?"
Saya jawab.."haaaa..what do you mean Pak?"
Dia kata, "Just answer, bad or worse.."
Saya jawab.."I think worse.."
Dan Pak Tim ketawa.."Ok.. it is a good sign. Itu maknanya kamu sedang membuat PhD. Jika kami ok saja, and sleep 8 hours a day, you won't get your PhD. PhD itu kesukaran, keletihan, kesusahan.. no pain no gain.."
"ooo.. baik Pak... Thank you Pak.. I want to continue my work, be in the gubuk derita seorang pelajar PhD..."
---Kpd rakan-rakan yang sedang belajar, Teruslah berjuang... kerana pahala Allah untuk orang yang mencari ilmu adalah sangat besar. Dan niatlah selalu dalam hati.. Ilmu yang saya cari ini adalah untuk saya curahkan kembali kepada masyarakat .. Kerana ALlah untuk umat manusia...ameen
-Hidayah
Supervisor saya yang baik, namanya Prof Tim Lindsey, setiap kali berjumpa selalu mulakan dengan tanya khabar cara ceria...
Dalam catatan saya...saya ada tulis sebegini...(yang harapnya memberi sedikit motivasi untuk rakan2 semua....)
Saya panggil dia Pak Tim, kerana dia pandai cakap Indonesia.
Pak Tim tanya saya semalam,"Hidayah, tell me about your health?"
Saya jawab.."haaaa..what do you mean Pak?"
Dia kata, "Just answer, bad or worse.."
Saya jawab.."I think worse.."
Dan Pak Tim ketawa.."Ok.. it is a good sign. Itu maknanya kamu sedang membuat PhD. Jika kami ok saja, and sleep 8 hours a day, you won't get your PhD. PhD itu kesukaran, keletihan, kesusahan.. no pain no gain.."
"ooo.. baik Pak... Thank you Pak.. I want to continue my work, be in the gubuk derita seorang pelajar PhD..."
---Kpd rakan-rakan yang sedang belajar, Teruslah berjuang... kerana pahala Allah untuk orang yang mencari ilmu adalah sangat besar. Dan niatlah selalu dalam hati.. Ilmu yang saya cari ini adalah untuk saya curahkan kembali kepada masyarakat .. Kerana ALlah untuk umat manusia...ameen
-Hidayah
Khamis, 3 April 2014
Pengajaran dari Kes Sweden
Artikel
Artikel ini disiarkan dalam Berita Harian pada 3 April 2014 (Khamis) ruanga Agama. Saya ingin mengutarakan pendapat saya atau analisis yang saya buat terhadap kes pasangan Malaysia di Sweden ini. Saya berdoa agar kedua mereka tabah dalam menghadapi hukuman penjara di sana, dapat memikir kembali tentag hubungan kekeluargaan antara mereka dan anak-anak, dapat memaafkan anak-anak mereka.. serta yang penting dapat juga meminta maaf dariapda anak-anak mereka. Kepada anak-anak mereka, saya mendoakan agar agar mereka tabah, dapat memafkan ibu bapa mereka, dapat memikirkan tentang kasih sayang ibu bapa mereka yang pernah diberikan dan semoga mereka semua akan kembali membina hubungan kekeluargaan yang lebih baik apabila bergabung nanti.. ameen..
_____________________________
Tajuk di Berita Harian PENDIDIKAN HARUS BERASASKAN KASIH SAYANG..
Oleh: Dr Nurhidayah Hashim
Kes sepasang rakyat Malaysia yang ditahan di
Sweden atas dakwaan melakukan penderaan dan pencabulan kepada integiriti anak
mereka menerima liputan meluas di negara kita. Kes ini menarik perhatian rakyat
Malaysia kerana ia melibatkan kaedah mendidik yang dianggap hak ibu bapa untuk
mendisiplinkan anak-anak mereka.
Sedangkan
di Sweden, perlindungan daripada dipukul dan dilayan secara tidak wajar
adalah satu perkara besar yang diperuntukkan dalam undang-undang
kanak-kanak mereka. Mahkamah yang membicarakan kes ini telah
mensabitkan hukuman bersalah, ibu tersebut telah dijatuhkan hukuman penjara 14 bulan
manakala ayah mereka dikenakan 10 bulan penjara.
Perkembangan dan penghakiman kes ini menjadi
bahan perbincangan di internet dan laman-laman sosial. Berdasarkan maklumbalas
yang diberi, saya rangkumkan terdapat tiga pendapat diberikan oleh
orang ramai. Pertama, mereka menyalahkan undang-undang Sweden yang dianggap
terlalu tegas sehingga menolak kuasa ibu bapa mendidik anak-anak mereka. Mereka
berpendapat memukul anak-anak adalah perkara biasa dalam kaedah pendidikan
orang Melayu dan orang Islam. Justeru, kes ini seolah-olah mencabar orang Islam
dan orang Melayu dalam mendisiplinkan anak-anak mereka.
Kedua, mereka menyalahkan ibu bapa
tersebut kerana terlalu keras dalam mendisiplinkan anak-anak
mereka. Pendekatan garang, pukulan menggunakan tangan, rotan dan tali pinggang
dilihat sebagai kaedah mendidik yang diamalkan sehingga menyebabkan
anak-anak memberontak. Anak-anak gagal memahami kenapa mereka dihukum.
Ketiga, mereka menyalahkan anak-anak
tersebut kerana membuat laporan sehingga ibu bapa mereka dibicarakan. Anak-anak
tersebut dikatakan bukan anak yang baik,
tidak menyayangi ibu bapa mereka dan tidak menghargai nikmat yang ibu
bapa mereka berikan. Bahkan ada penulis yang membandingkan anak-anak
tersebut
dengan pengalaman mereka semasa kecil, di mana mereka dahulu dirotan
setiap
hari, diketuk kepala ke dinding dan diikat di tiang tetapi tidak
membantah. Apa
sahaja bentuk hukuman dibuat oleh ibu
bapa seharusnya diterima dengan terbuka oleh anak-anak kerana itu adalah tanda anak yang taat kepada ibu bapa mereka.
Kes ini sebenarnya wajar dilihat sebagai
pencetus kepada penambahbaikan dalam masyarakat kita dalam urusan melibatkan
kebajikan anak-anak, termasuklah tindakan yang diambil oleh ibu bapa, guru-guru
dan penggubal undang-undang.
Dari sudut
agama, anak-anak adalah amanah Allah kepada ibu bapa untuk
dididik dan dijaga sehingga mereka mampu menjadi khalifah yang baik di muka
bumi. Anak-anak bukan hak ibu bapa, tetapi mereka mempunyai hak untuk mendapat
perlindungan dan layanan yang baik.
Sememangnya Nabi Muhammad SAW ada
membenarkan pukulan kerana meninggalkan solat, tetapi ia adalah tindakan alternatif
paling akhir dalam mendidik mereka. Itupun tertakluk kepada keberatan (weight)
kesalahan yang dilakukan, dan juga haruslah selepas mereka berumur 10 tahun ke
atas. Pukulan itu bukan dengan kuat penuh emosi marah, tetapi pukulan ringan bertujuan untuk
mendidik. Anak-anak juga hendaklah dijelaskan kesalahan mereka supaya mereka
faham kenapa mereka dihukum.
Pendekatan
kasih sayang adalah prinsip asas pendidikan Nabi SAW. Pendakwah
Australia, Sheikh Yahya Ibrahim dalam satu
ceramahnya pernah menegur pendekatan garang dan keras segelintir ibu
bapa dan
guru-guru yang sering mendenda dan merotan, dengan mencabar mereka
membawa hadith yang menunjukkan Rasul mendekati kanak-kanak dengan
pendekatan
begitu. Tidak ada satu pun. Bahkan yang ada Rasululullah memuji,
menegur,
membina kasih sayang sehingga kanak-kanak mencintai Baginda dan
akhirnya
turut mencintai ajaran agama yang Baginda bawa. Inilah yang berlaku
kepada
Abdullah bin Abbas dan Abdullah bin Umar yang masih muda remaja ketika
itu.
Ini juga menjadi bahan utama pendekatan
pakar motivasi terkenal di negara ini, Profesor Dr Muhaya Muhamad dalam ceramah
keibu bapaan yang beliau kendalikan. Anak yang dididik dengan keras akan mengulangi
dan menggunakan pendekatan keras di masa depan. Kajian banyak menunjukkan anak
yang dilayan dengan keras, diherdik dan dihina akan rendah nilai dirinya dan
akan bertindak serupa apabila mereka besar kelak. Pendekatan Nabi ini turut
dikupas dengan panjang lebar oleh ramai pendakwah mengenai bagaimana kasih sayang adalah prinsip asas dalam pendidikan yang
diajarkan Rasulullah. Kes ini seharusnya membuka mata ibu bapa untuk mendalami
cara pendidikan Nabi dan mempraktikkan yang tepat dalam mendidik zuriat mereka.
Apabila melihat kepada pendekatan Sweden dan
negara-negara lain, kita juga perlu melihat kembali bagaimana undang-undang negara
kita mendekati isu penderaan ini. Alasan negara-negara tersebut pada hakikatnya
adalah untuk menjaga kebajikan anak-anak daripada menjadi mangsa layanan yang
tidak munasabah. Apatah lagi kanak-kanak yang mentalnya belum matang, tidak
tahu untuk bertindak balas. Justeru, mereka sangat tegas dalam menilai erti
penderaan. Penderaan bukan sahaja apabila patah tangan atau tanda seterika
panas di badan kanak-kanak, tetapi juga melibatkan emosi
kanak-kanak. Apabila seorang anak berubah menjadi pendiam, berada dalam dunia
mereka sendiri, memberontak, berubah tingkah laku, maka ia juga adalah
penderaan. Walaupun tidak bermakna Malaysia menerima secara total undang-undang mereka,
tetapi wajar untuk kita melihat kembali dan menambah baik apa yang kurang untuk
kebaikan kanak-kanak di negara ini.
Kita juga tidak wajar menyebut perkataan menghina sebagai anak tidak mengenang budi dan sebagainya kepada
anak-anak tersebut kerana mereka adalah di bawah umur dan tidak boleh dikaitkan
dengan kesalahan. Kita sepatutnya memberi sokongan kepada mereka supaya dapat
menghadapi ujian ini, tidak trauma dan bukan menambah tekanan yang telah sedia
ada. Jika masyarakat menghina, tindakan itu sebenarnya adalah sebahagian dari
penderaan pula kepada mereka.
Adalah sangat diharapkan agar apabila keluarga ini bergabung kelak, ibu bapa dan anak-anak diberi bantuan psikologi untuk saling memaafkan dan membina kembali hubungan kekeluargaan yang ada. Adalah tidak mustahil dengan pandangan positif dan dokongan semua, keadaan akan menjadi lebih baik untuk mereka, dan seluruh ahli masyarakat kita umumnya. Kes ini mempunyai banyak hikmah yang tersirat.
*Penulis adalah Prof Madya di Akademi
Pengajian Islam Kontemporari (ACIS), UiTM Shah Alam.
Sabtu, 29 Mac 2014
Kenangan Indah
Segalanya seperti mimpi...
Apabila mengenangkan segala laluan yang saya lalui..
saya rasa seperti semuanya masih baru.. seperti semalam..
Alhamdulillah....
Saya memakai regalia atau jubah konvo University of Melbourne yang sangat berharga.. ALhamdulillah
....17 Dis 2013 dalam kenangan.(gambar kenangan bersama suami yang menjadi my strong tulang belakang..:-)) Terima kasih kepada semua ahli keluarga saya dan rakan2 yang telah sama2 mendoakan saya.. .. kejayaan saya ini saya tujukan untuk mereka dan juga untuk ummah.. ameen dan alhamdulillah..
p/s gambar ni gambar formal yang berbayar masa convo- diambil oleh juruphoto uni berbayar yang masa convo2 tu... Syarikat Southam Studios, Melbourne. Dekat 3 bulan baru mereka kirim. TQ to Sheikh Adli yang terima gambar ni di Melb. Mahal sungguh! sekeping AUD45.. ambil 3 keping dah AUD160.. tapi sebagai kenangan seumur hidup, saya ambik jugak la....:-)
Apabila mengenangkan segala laluan yang saya lalui..
saya rasa seperti semuanya masih baru.. seperti semalam..
Alhamdulillah....
Saya memakai regalia atau jubah konvo University of Melbourne yang sangat berharga.. ALhamdulillah
....17 Dis 2013 dalam kenangan.(gambar kenangan bersama suami yang menjadi my strong tulang belakang..:-)) Terima kasih kepada semua ahli keluarga saya dan rakan2 yang telah sama2 mendoakan saya.. .. kejayaan saya ini saya tujukan untuk mereka dan juga untuk ummah.. ameen dan alhamdulillah..
Khamis, 27 Mac 2014
Rabu, 26 Mac 2014
Jika kita rasa stress
Ahad, 9 Mac 2014
Artikel Kes Sweden
Anak-anak terlibat...
Saya ada menulis satu artikel mengenai pandangan saya mengenai kes Sweden, tapi BH tak dapat siarkan/taknak siarkan. Alasannya keras sangat. Saya pun tak tahu
Tapi sekadar pendapat saya, saya letakkan di sini...
Ketika ramai bercakap memihak kepada ibu bapa yang terlibat, saya melihat sebaliknya...
Saya berpendapat kanak-kanak adalah pihak yang segala perkara harus memihak kepada mereka.. kebaikan mereka adalah priority dalam semua perkara yang diperbahaskan..kecuali yang berlawanan dengan hukum agama.
____________________
Saya ada menulis satu artikel mengenai pandangan saya mengenai kes Sweden, tapi BH tak dapat siarkan/taknak siarkan. Alasannya keras sangat. Saya pun tak tahu
Tapi sekadar pendapat saya, saya letakkan di sini...
Ketika ramai bercakap memihak kepada ibu bapa yang terlibat, saya melihat sebaliknya...
Saya berpendapat kanak-kanak adalah pihak yang segala perkara harus memihak kepada mereka.. kebaikan mereka adalah priority dalam semua perkara yang diperbahaskan..kecuali yang berlawanan dengan hukum agama.
____________________
Melaporkan kes melibatkan keluarga dan kanak-kanak
Oleh: Dr Nurhidayah Hashim
Kes
pertelingkahan keluarga yang diketengahkan di mahkamah sering menjadi bahan
laporan di negara kita. Sama ada
melibatkan perceraian pasangan suami isteri, poligami, perebutan hak jagaan
anak, tuntutan harta sepencarian, tuntutan nafkah anak selepas cerai,
perbicaraan tuntutan fasakh dan pelbagai lagi.
Dari segi
ilmiah, kes yang diputuskan oleh mahkamah sebegini kerap dilaporkan di dalam
jurnal undang-undang sebagai rujukan hakim, peguam dan sesiapa yang berminat
mengetahuinya. Laporan tersebut sangat terperinci di mana semua fakta, nama penuh
pihak-pihak terlibat, nombor kad pengenalan, alamat, nama anak yang ada, umur
dan sekolah mereka belajar, bahan pembuktian, hujah peguam dan alasan
penghakiman ketika memutuskan kes tersebut akan
dilaporkan. Contohnya laporan kes yang disiarkan dalam jurnal terkenal seperti
Malayan Law Journal, Shariah Law Report, Jurnal Hukum dan sebagainya.
Masa yang sama,
kes-kes sebegini kerap juga dilaporkan di dalam media, termasuklah media cetak
dan siber. Ini sangat kerap berlaku dalam kes orang Islam yang dibicarakan di
mahkamah Syariah. Walaupun tidak bersifat ilmiah, laporan di media turut menceritakan
dengan terperinci nama pasangan yang terlibat, dan selalu melaporkan alamat dan
tempat kerja pihak yang bertikai. Bahkan, apabila melibatkan kanak-kanak pula,
selalu juga nama penuh kanak-kanak, umur dan sekolah mereka belajar disiarkan
dalam laporan. Kadang-kadang gambar
kanak-kanak terlibat diletakkan. Pengkisahan pula akan dilaporkan lebih terperinci apabila
melibatkan keluarga orang terkenal, ahli politik atau kes yang menarik
perhatian ramai. Justeru, tidak pelik apabila sesuatu kes orang terkenal dibawa
ke mahkamah Syariah, wartawan sudah menunggu untuk mengambil gambar dan
bertanyakan pelbagai soalan kepada peguam Syarie, pihak bertikai dan juga
kanak-kanak yang terlibat.
Ini termasuklah
juga kes yang hangat diperkatakan sekarang yang menarik perhatian seluruh
rakyat Malaysia, yang melibatkan pasangan Malaysia didakwa di Sweden atas
dakwaan penderaan ke atas empat orang
anak mereka. Walaupun ia bukanlah kes keluarga, dan bukan dibicarakan di mahkamah
di Malaysia, tetapi laporan kes tersebut disiarkan dengan begitu terperinci hampir
setiap hari dalam media kita. Bahkan, catatan perbicaraan perkataan demi
perkataan dilaporkan dengan menunjukkan pula reaksi kanak-kanak terlibat,
gambar serta tempat persekolahan mereka. Laporan dan ulasan sebegini sebenarnya
menggusarkan kerana ia boleh menyebabkan kanak-kanak tersebut berasa tidak
selamat, takut, menjadi bahan perhatian, dan kemungkinan menjadi bahan ejekan.
Ia membawa mesej besar tentang pendekatan negara kita terhadap penjagaan kebajikan
kanak-kanak sebagai orang berkepentingan dalam kes yang dilaporkan.
Saya ingin membandingkan
dengan perlaksanaan negara maju menjaga keselamatan keluarga yang bertikai,
kanak-kanak yang terlibat dan rahsia peribadi mereka. Untuk perbandingan, pada
bulan Mac 2010, satu kes diputuskan di Mahkamah Keluarga di Australia menjadi
tajuk utama akhbar. Ia melibatkan tuntutan seorang ibu meminta mahkamah
mengeluarkan perintah melarang bekas suaminya dari menyuruh atau menggalakkan
anak perempuan mereka berumur 6 tahun memanggil isteri barunya sebagai Mak (Mummy).
Kes ini menarik kerana ibu tersebut berhujah kasih anak kepadanya tergugat dengan
panggilan tersebut. Bahkan merendahkan
harga dirinya sebagai ibu kandung, menafikan peranannya sebagai ibu dan menyebabkan
ibu tiri dapat merampas kasih anak tersebut. Walaupun kisah ini menarik, akhbar
tidak menyebut langsung nama ibu bapa dan kanak-kanak tersebut.
Undang-undang di
Australia memperuntukkan dengan jelas mengenai larangan melaporkan dengan
terperinci nama mereka yang terlibat di media bahkan juga di jurnal-jurnal
undang-undang. Ini termasuk juga kes jenayah yang melibatkan kanak-kanak. Terdapat
satu peruntukkan khusus mengenai perkara ini. Seksyen 121 Akta Undang-undang
Keluarga 1975, memperuntukan bahawa mana-mana orang yang menerbitkan dalam
surat khabar atau penerbitan berkala, dalam radio atau televisyen atau melalui
cara elektronik mana-mana bahagian prosiding yang mengenal pasti pihak kepada prosiding itu, orang yang
berkaitan, saksi dalam kes adalah melakukan suatu kesalahan yang boleh dihukum,
apabila disabitkan dengan penjara selama tempoh tidak melebihi satu tahun.
Mereka dengan
tegas menjaga kerahsiaan kes keluarga, apatah lagi melibatkan kanak-kanak
dengan meletakkan satu peruntukan bahawa seseorang dianggap melakukan kesalahan
dan boleh dihukum apabila melaporkan nama, gelaran, nama samaran, alamat premis di mana orang itu tinggal atau
kerja, pekerjaan mereka, apa-apa jawatan rasmi yang dipegang oleh orang itu, atau apa-apa yang menjadi butir-butir yang mencukupi untuk
mengenal pasti orang itu kepada orang awam.
Justeru itu,
semua laporan ilmiah di jurnal undang-undang mereka juga hanya dibenarkan melaporkan dengan nama pertama atau nama
keluarga berserta nombor kes seperti Whisler v Whisler (2010 42 Fam LR 633),
atau Smith v Smith , Allen v Green, tanpa melaporkan nama penuh pasangan. Ia penting untuk menjaga
nama baik pasangan terutama anak yang terbabit dalam kes dilaporkan. Nama anak
dalam setiap laporan kes juga hanya dibenarkan menggunakan huruf pertama
seperti, anak pertama bernama L (enam
tahun) dan anak kedua bernama M (dua tahun).
Undang-undang
New Zealand juga menyebut bahawa semua media tidak dibenarkan melaporkan
apa-apa butiran yang boleh menyebabkan pembaca dapat mengenal pasti siapa yang
terlibat dalam kes tersebut, termasuklah nama anak, nama ibu bapa, nama
penjaga, nama saksi dan sebagainya kecuali selepas mendapat kebenaran mahkamah.
Bahkan laporan di dalam jurnal juga tidak boleh menyebut nama penuh mereka, atas
alasan keperluan menjaga kerahsiaan urusan undang-undang keluarga.
Melihat kepada
perkembangan yang berlaku di negara kita di mana kes-kes melibatkan kanak-kanak
dan keluarga bertikai terutama di mahkamah Syariah sering menjadi sumber
laporan media, sudah sampai masanya bagi pihak berwajib mengambil tindakan
tegas dengan menggubal undang-undang khusus tentang sekatan penyiaran kes mahkamah.
Peraturan yang memberi garis panduan secara etika dan undang-undang berkenaan sejauhmana
perjalanan kes boleh dilaporkan oleh media, dan juga jurnal undang-undang wajar
digubal. Undang-undang perlu ada untuk menjaga kebajikan mereka yang bertikai,
terutama melibatkan kanak-kanak kerana penyiaran laporan tanpa sekatan boleh
memberi kesan besar kepada kepentingan, kejiwaan, keselamatan dan kerahsiaan urusan hidup mereka
yang terlibat.
Khamis, 20 Februari 2014
Aisyah dan Artikel
Salam,
Saya tak sempat nak mengarang untuk blog walaupun sangat banyak saya ingin meluahkan pendapat saya..dan nak cerita mengenai anak kesayangan saya..
Aisyah dah hampir tamat hafaz juzuk 29. Juzuk 30 dah hafaz. Saya panjatkan kesyukuran yang tinggi pada ALlah.. Jadi sekarang bila saya hafaz surh, saya akan suruh Aisyah cek.. tapi dia selalu taknak baca yang dia hafaz depan saya.. sebab dia kata saya asyik suruh dia panjangkan mad.. bila saya interupt tengah2.. dia jadi lupa pulak.. Gitu pulak!
Saya bersyukur atas kemampuan Aisyah.. Alhamdulillah...
------------------
Pendapat..
Saya rasa terganggu mengenai kes pasangan dan 4 anak mereka tersebut.. yang Sweden tu..Tapi saya perlu tulis dengan berhemah.. supaya nampak tidak berpihak. Saya cuba nak tulis minggu depan.
------------------
Artikel Khamis 20 Feb 2014
Saya tulis mengenai tinggal anak dalam kereta..
Saya tak sempat nak mengarang untuk blog walaupun sangat banyak saya ingin meluahkan pendapat saya..dan nak cerita mengenai anak kesayangan saya..
Aisyah dah hampir tamat hafaz juzuk 29. Juzuk 30 dah hafaz. Saya panjatkan kesyukuran yang tinggi pada ALlah.. Jadi sekarang bila saya hafaz surh, saya akan suruh Aisyah cek.. tapi dia selalu taknak baca yang dia hafaz depan saya.. sebab dia kata saya asyik suruh dia panjangkan mad.. bila saya interupt tengah2.. dia jadi lupa pulak.. Gitu pulak!
Saya bersyukur atas kemampuan Aisyah.. Alhamdulillah...
------------------
Pendapat..
Saya rasa terganggu mengenai kes pasangan dan 4 anak mereka tersebut.. yang Sweden tu..Tapi saya perlu tulis dengan berhemah.. supaya nampak tidak berpihak. Saya cuba nak tulis minggu depan.
------------------
Artikel Khamis 20 Feb 2014
Saya tulis mengenai tinggal anak dalam kereta..
Ahad, 9 Februari 2014
Langgan:
Catatan (Atom)














